Habis Rp300 Juta Demi Mirip David Beckham

akamsphonelink-qrc Keinginan untuk tampil sempurna terkadang membawa seseorang pada keputusan ekstrem. Hal inilah yang terjadi pada seorang pria yang rela menghabiskan uang hingga Rp300 juta untuk operasi plastik (oplas).
Pria tersebut menjalani serangkaian prosedur kecantikan, mulai dari pembentukan rahang, hidung, alis, hingga kontur wajah. Semua di lakukan dengan tujuan utama: mendekati tampilan maskulin dan ikonik ala David Beckham yang di kenal luas sebagai simbol ketampanan global.
Hasil Tak Sesuai Harapan
Sayangnya, setelah seluruh prosedur selesai, reaksi publik justru berbanding terbalik. Banyak warganet menilai wajah pria tersebut tetap tidak mirip dengan David Beckham, bahkan di anggap kehilangan ciri alami wajah aslinya. Perbandingan foto sebelum dan sesudah operasi pun ramai di bagikan di media sosial, memicu berbagai komentar pedas hingga candaan.
Sebagian netizen menyayangkan keputusan tersebut, menilai bahwa uang ratusan juta rupiah seharusnya bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.
Obsesi dan Standar Ketampanan
Kasus ini kembali membuka diskusi soal standar ketampanan yang tidak realistis serta obsesi berlebihan terhadap figur publik. Banyak pakar menilai bahwa keinginan untuk menyerupai orang lain secara fisik sering kali berisiko tinggi, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial.
Tak sedikit pula yang mengingatkan bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing, dan operasi plastik seharusnya dilakukan untuk kebutuhan medis atau kenyamanan pribadi, bukan demi mengejar standar orang lain.
Pelajaran di Balik Viral
Fenomena ini menjadi pelajaran penting bahwa uang besar tidak selalu menjamin hasil yang di inginkan, apalagi dalam urusan mengubah wajah. Media sosial yang dengan cepat menghakimi juga membuat tekanan terhadap pelaku semakin besar.
Pada akhirnya, kasus pria yang menghabiskan Rp300 juta demi mirip David Beckham ini menjadi pengingat bahwa menerima diri sendiri sering kali jauh lebih berharga daripada mencoba menjadi orang lain.