Makin Berani! Jule Lepas Hijab, Media Sosial Memanas
![]()
akamsphonelink-qrc Jagat media sosial kembali di hebohkan oleh keputusan seorang figur publik bernama Jule yang secara terbuka melepas hijab. Langkah ini langsung menyedot perhatian publik dan memicu reaksi keras dari warganet. Tak sedikit yang menyuarakan kekecewaan, bahkan menyerukan aksi cancel terhadap Jule.
Keputusan tersebut di nilai sebagian netizen sebagai tindakan berani, namun bagi sebagian lainnya di anggap kontroversial dan mengecewakan, terutama bagi mereka yang sebelumnya menjadikan Jule sebagai panutan.
Gelombang Reaksi Netizen
Kolom komentar di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter) di penuhi beragam opini. Ada yang:
-
Menyatakan kecewa dan merasa dikhianati
-
Menganggap keputusan itu urusan pribadi
-
Menilai publik terlalu ikut campur
-
Menyerukan cancel culture secara terbuka
Fenomena ini kembali memperlihatkan betapa kuatnya tekanan publik terhadap figur publik, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti identitas, agama, dan pilihan hidup.
Antara Hak Pribadi dan Ekspektasi Publik
Kasus Jule membuka diskusi yang lebih luas: sejauh mana publik berhak mengatur keputusan pribadi seorang figur publik? Di satu sisi, popularitas memang datang bersama tanggung jawab moral. Namun di sisi lain, setiap individu tetap memiliki hak atas tubuh dan pilihannya sendiri.
Banyak pengamat menilai bahwa cancel culture sering kali muncul secara emosional, tanpa ruang dialog yang sehat. Keputusan pribadi berubah menjadi konsumsi massal, lalu dihakimi tanpa konteks yang utuh.