Utang PLN Naik Rp156 Miliar per Hari, Sorotan dari Bos BCA

akamsphonelink-qrc Kondisi keuangan PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul informasi bahwa utang perusahaan listrik negara ini bertambah.
Angka yang Bikin Geleng Kepala
Jika dihitung secara sederhana, kenaikan utang Rp156 miliar per hari berarti:
-
Sekitar Rp4,6 triliun per bulan
-
Lebih dari Rp56 triliun per tahun
Nilai tersebut bukan angka kecil, bahkan untuk ukuran BUMN sebesar PLN. Publik pun mulai mempertanyakan: ke mana arah pengelolaan keuangan PLN sebenarnya?
Mengapa Utang PLN Terus Membengkak?
Beberapa faktor yang kerap disebut sebagai penyebab membengkaknya utang PLN antara lain:
-
Proyek infrastruktur listrik skala besar
Pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, dan distribusi membutuhkan modal sangat besar. -
Beban subsidi dan tarif listrik
Tarif listrik yang dijaga tetap terjangkau membuat margin keuangan PLN menjadi terbatas. -
Fluktuasi nilai tukar rupiah
Sebagian utang PLN berbentuk valuta asing, sehingga pelemahan rupiah memperbesar beban cicilan. -
Kewajiban jangka panjang
Kontrak pembelian listrik dan pembiayaan proyek jangka panjang menambah tekanan arus kas.
Kritik dari Dunia Perbankan
Pernyataan bos BCA yang menyebut kondisi ini “sulit di terima akal sehat” mencerminkan kekhawatiran serius sektor keuangan. Bank sebagai pemberi pinjaman tentu melihat risiko jangka panjang jika tren utang terus meningkat tanpa perbaikan fundamental.